Like my Blog on Facebook

Selasa, 03 Juni 2014

Unforgettable Memories tentang PRIMA Expo and Week of Labour Advocation




empat hari kemarin aku merasakan pengalaman baru yang sangat luar biasa, 19-22 Mei 2014. menjadi panitia dalam acara UKMFLPM PRIMA FISIP Unej dalam acara PRIMA Expo and Week of Labour Advocation dengan tema Reposisi Pribadi Merdeka Buruh. disini aku ingin menulis tentang serangkaian kegiatan dan hal-hal yang aku lalui, sayang sekali sih menurutku kalau tidak terdokumentasi (hehe). sebelum hari H, yaitu hari minggu, para panitia galau menunggu kedatangan buku-buku dari penerbit, dan ada sedikit masalah yang muncul mendadak dalam perizinan tempat kegiatan di Gedung PKM Universitas Jember, tetapi berkat kerja keras, kegigihan pengurus dan panitia, hal ini dapat terlampaui :).

Day 1 : Senin, 19 Mei 2014



bingung dan khawatir karena buku-buku yang akan kami jual belum datang. menunggu.. menunggu.. buku bari datang sekitar pukul 11.00. agenda untuk hari itu adalah opening ceremony, dan dialog publik yang bertema ASEAN Community 2015 : Dampak terhadap buruh secara nasional. ketika buku datang, kami langsung menyortir buku dan menata, kerja serba cepat seperti tak ada waktu untuk bernafas (haha). saat opening ceremony dimulai, datang kawan-kawan dari LPM lain yang secara pribadi membuatku bersemangat dan senang juga memeriahkan pembukaan acara kami pada hari itu. awal pembukaan, penjualan buku-buku yang cukup lumayan banyak dan antusiasme pengunjung dalam memilih buku seperti suntikan semangat, lapar dan capek tidak terlalu terasa. dalam dialog publik, dengan pemateri dari akademisi, serikat buruh jember, dan disnaker jember berlangsung lancar, sebenarnya aku ingin menjelaskan tentang isi dan kesimpulan, tapi aku tidak ikut dialog ini secara full (mengurus hal-hal lain, hiks).
malam harinya, ada kegiatan lain di gedung PKM yakni clash of paradigm, yakni lomba debat paradigma dari HIMAHI (Himpunan Mahasiswa HI) Unej.
lewat pukul 22.00, barulah terasa badan lemas dan ngantuk luar biasa, wajah-wajah kawan panitia yang tertidur lelah dan harus siap untuk acara hari berikutnya yang tidak akan kalah menguras tenaga.

Day 2: Selasa, 20 Mei 2014
pagi buta banyak kawan pengurus dan panitia yang megorbankan kuliahnya demi acara. menyiapkan, menata buku, membersihkan ruangan. agenda hari kedua adalah dialog bersama BKKBN dan bedah buku. dialog bersama BKKBN dengan pemateri Prof. Shaleh (Pembantu Rektor II Unej) bertemakan Pengaruh jumlah penduduk terhadap jumlah angkatan kerja. acaranya pukul 15.00 tetapi karena hujan, baru dimulai sekitar pukul 16.00. sedangkan malam harinya namun, agenda bedah buku tidak terealisasi karena beberapa kendala yang terjadi :(
pukul 21.30 kami evaluasi, hasil evaluasi yang tentunya membuat kami sedih karena acara bedah buku yang tidak terlaksana. hmm,selanjutnya, tentu istirahat untuk keesokan hari karena akan lebih melelahkan karena kami harus berjualan diluar gedung PKM karena terdapat acara dari HMP PGSD Mercusuar Unej yang mengadakan Dies Natalis.

Day 3 Rabu 21 Mei 2014:

kegiatan yang padat tiap harinya, menguras tenaga, memainkan emosi. kegiatan PRIMA EXPO dilaksanakan diluar gedung PKM. hari ketiga ini memang spesial karena seakan waktu para panitia untuk menyiapkan segalanya seakan "double". bermandikan matahari hingga malam harinya, wajah-wajah lesu panitia yang ada.. penjualan yang ramai dibanding hari-hari sebelumnya, mungkin dikarenakan adanya event Dies natalis yang juga saling memberikan manfaat pada event yang terselenggara di areal gedung PKM ini

Day 4, 22 Mei 2014:
hari terakhir PRIMA EXPO.. event pertama yakni bedah novel, novel yang dibedah yakni karangan N.H Dini, Tanah Baru Tanah Air Kedua yang menceritakan tentang seorang transmigran (Samirin) dari Jawa ke Kalimantan, yang berusaha menyesuaikan segala kehidupan sosial di lingkungan baru dan menemui berbagai ketimpangan sosial, diskusi hangat saat bedah novel dengan pembedah Bpk Bambang, seorang akademisi, dosen Sosiologi UNEJ. event kedua yakni Dialog Bersama BNN dengan Tema : Sensitivitas Buruh Terhadap Bahaya Penyalahgunaan Narkoba pemateri dari BNP Jatim, (lupa namanya, hihi) inti dari dialog ini, pengaruhnya dalam lingkungan kerja yakni mengurangi produksivitas dan lingkungan kerja menjadi tidak kondusif. setelahnya, yakni bedah film. terkuras tenaga kami, karena acara hari keempat ini sangat padat ditambah lagi merupakan hari terakhir. film yang dibedah The New Rules of The World. setelahnya, dilanjut ke pengumuman pemenang lomba-lomba.. lomba opini, poster dan menulis puisi, mcnya, kawan Aryo dengan gayanya yang kereen mengumukan setiap pemenang lomba. dilanjut ke launching kaos prima lalu penutupan. huaaa.... super duper capek hari ini.. lega sekaligus sedih dengan berbagai hal saat PRIMA Expo berlangsung. semoga tahun depan event yang akan digelar semakin besar, keren dan antusiasme kawan persma maupun umum semakin meningkat! :)

Kejadian Weird Saat PRIMA EXPO:
di gedung pkm ada seorang penjaga yang umurnya sekitar empat puluh tahunan dengan perawakan kurus, tidak terlalu tinggi berkulit sawo matang, yaah hmm. menurut penilaian pribadiku agak aneh. hari kedua, beberapa panitia ada yang tidur di pkm termasuk aku, sewaktu paginya, kawan Anisa bercerita bahwa sewaktu malam hari, penjaga pkm tidur diantara aku dan Anisa, kyaaa...... itu penjaga pkm, oh god, gila atau apa, kurang paham deh aku, lalu setelah dia tidur diantara aku dan Anisa, katanya dia bergeriliya di area tempat lain tidur dan terakhir tidur dengan kawan Ardy. kami yang mendengar cerita Anisa langsung parno dan cekikikan -_-dan ternyata kejadian ini berulang, tetapi memakan korban yang berbeda yakni kawan Dewi, dia malah lebih spesial. haha.

ini niih kawan Dewi, Anisa, dan Reni Korban Pak PKM. hehe

lalu PU kami yang paling keren, kawan Akbar, memberikan award kepada panitia, award yang paling banyak berfoto, yang pertama kawan Diah, lalu kawan Unyil (Sofy) yang terakhir aku T.T (padahal aku kan difoto secara gak sengaja, hehe, *alasan lu Ren. haha)

kami bekerjasama dengan sosro pada saat event dan menjual produk sosro. terdapat panitia yang dengan santai minum berbotol-botol tanpa bayar,.. hayo siapa hayo.. alibinya sih biar cepat habis, haha.

PRIMA EXPO ini wow.... rasanya kayak permen nano-nano, gak terlupa banget!
trims to all panitia : Aryo, Aulia, Ardy, Ahmadi, Anisa, Dewi, Gerhana, Lely, Dimas, Irfan, Lisa, Mbak Rifqa as the ketua panitia :D, Nurul, Sukma, Mas Abdi, Mas Ulil,
pengurus dan( apa itu namanya yah, pengurus yang dulu) yang baik dan cool : mas Akbar, mbak unyil, mas Angga, mas Anggi, mas Billy, mbak Maria, mbak Aisyah, mas Agung, mas Fian, mas Ferio

SALAM PERSMA!!!

Selasa, 07 Januari 2014

Tentang Aku. "Lantunan Kecamuk Seorang Pemain".



Lantunan Kecamuk Seorang Pemain

 
Bukan pejuang
Tetapi diri masih bergolak mencari arti
Bukan pengembara
Tetapi diri mengelana kesana kemari
Belum berhenti

Disamakan pelacur
Lho, Hey. Siapa kau?

Menerima setiap pun pun yang datang
Dengan tidak lupa mencicipi
Dinikmati
Dirasakan

Ternyata tidak nikmat
Tidak terasa
Hampa. Seperti sepah.

Mana getaran?

Setelahnya, yang datang tadi
Meminta menalikan diri pada diri ini

Ini hampa
Jalan buntu!
Tak kutemukan cara menolak!
Jadi dibiarkan saja

Apa tidak merasa kalian hanya berlalu?
Apa mampu menahan goda memotong tali yang sudah kau minta ikat
Hah?

Benci sekali pada kaummu
Yang dipentingkan hanya isi celana saja
Hanya yang indah dimata dan menggelora dicelana

Mencoba berbagai jenisnya
Ternyata sama saja! Bah!

Main-main sajalah
Sebelum dimainkan

Maka dari itu, dengan itu
Juga mencari arti
Bergeriliya

Menikmatinya
Tapi tidak merasakan nikmat ketika menikmati
Menikmati permainan dan pencarian

Yang lain menganggap rendah
Harga diri

Hah! Bikin tertawa saja

Mencari getaran
Maka dari itu bergerilya

Mencari arti
Maka dari itu tidak hanyut

Mencari yang benar-benar tidak tergoda untuk memotong tali
Maka dari itu banyak yang berlalu

Mencari yang tidak mementingkan indera dan isi celana
Aduh, apakah ada?

Ingin memuntahkan segala kecamuk
Apa tidak ada?
Kapan bisa berakhir?

Lelah dianggap bermain-main
Lelah dianggap cedera harga

Mulut-mulut busuk berdengung
Tetapi, selagi bisa mencari
Tidak akan berhenti

Asa oh asa
Suatu saat entah
Akan mendatangkan yang memang

Sehingga pergolakan mencari arti selesai
Sehingga pengelanaan berhenti
Sehingga penggeriliyaan usai
Sehingga kehampaan

Asaku “Berlabuh sudah dengan yang memang diperuntukkan”
Apabila belum bertemu

Apa masih belum berhenti?
Entah

 _________________________________________________________________________________ 

siapa yang bisa ngerti arti jg maksudnya hayo???
monggo di apresiasi
lewat komentar yaa... juga jgn sungkan2 share :)

Jumat, 27 Desember 2013

Gadis Pemilikku, Lelakinya dan Aku



                Sejak kapan aku hidup? Tak tahu lah. Sebenarnya bukan hidup, tetapi cuma merasakan dan menyaksikan apa yang terjadi disini. Hanya yang kusadari aku berada diruangan kecil berukuran              sekitar 3x4meter. Sudah lama aku disini, sejak pemilikku menempati ruangan ini. Aku diletakkan diatas lemari, kadang dipakai, kadang dilupakan berhari-hari.
Pemilikku adalah seorang gadis remaja. Menurutku dia aneh, tak sewajarnya. Karena melakukan hal-hal yang bukan kodrat seorang.. yah.. seorang wanita. Aku sendiri tak tahu darimana aku memperoleh pengetahuan tentang kodrat. Aku kan hanya seongok benda mati baginya. Bukannya aku lancang, hanya mengutarakan pandangan.
                Sebenarnya belakangan ini dia jarang kembali disini. Ketika dia pulang, kegiatannya hanya bersih-bersih, cuci baju, merokok dan mengotak-atik benda yang ditekan2 dengan layar yang bercahaya, lalu beranjak pergi setelah mandi. Disini sepi, hanya ada kipas yang dia biarkan menyala dengan putaran yang paling cepat, dan juga disini agak pengap karena asap rokok. Mungkin karena itu dia menyalakan kipas ketika pergi. Dia menempelkan banyak tulisan didinding kamar ini, sebelum tidur kadang dia pandangi, lalu ganti merenggut buku-buku tebal maupun tipis dikasur kecil lusuhnya, membaca sambil tiduran santai dengan rokok ditangan kanan, buku ditangan kiri. Kasurnya berantakan untuk ukuran remaja, sangat berantakan untuk ukuran seorang gadis, ukuran yang pantas bagi seorang yang tampaknya sibuk juga sih.
                Kira-kira dua minggu yang lalu dia memakaiku, ternyata menemui seseorang. Oh si gadis ini berpagutan seperti penyedot debu dengan laki-laki yang sekira beda umur tipis (atau bahkan seumuran) dengannya di kamar pengap lain. Agaknya gerah juga aku disini, dia melepas dan melemparkanku disudut kamar dekat benda lainnya. Yang kulihat mereka berdua mulai saling melepas baju, pemilikku tertawa-tawa, begitu juga lelakinya, berpagutan kembali, saling mendesah, menindih, merem-melek, keenakan rupanya, bergetar tubuh keduanya, dan beberapa lama kemudian tertidur telanjang bulat dan saling berpelukan.
                Ketika mereka terbangun, agaknya lama sekali, lalu aku tak tahu siapa yang memulai, lalu mereka melakukan hal tadi lagi. Dan oh! Setelah itu aku ditinggal! Pemilikku lupa membawaku! Jadilah aku dikamar pengap lain, yang sama berantakannya. Kamar lelaki pemilikku. Si laki-laki ini, aku tidak suka dengannya, karena aneh. Dia sering dikunjungi teman-temannya, membicarakan pemilikku “udah lu tidurin dia?” temannya yang hitam jelek bertanya sama dengan pertanyaan temannya yang terlampau sipit dan gempal kemarin malam. Lelaki pemilikku diam lalu memandangku, lho! Apa dia tahu aku bisa mendengarnya! Aduh! Tetapi dia berpaling dan kembali berbincang dengan si hitam
“udah, binal dia bro, jablay. haha”
“ah dasar porno lu, jadi gimana? Tetep main2 atau cari yang baru?”
“kaga tau deh.. masih males cari gua, sama yang ini aja dulu deh. Haha”
Mereka berdua tertawa keras, dan makan mie instan yang kuahnya mulai dingin..

                Pemilikku lama sekali meninggalkanku disini, aku lebih suka ditempat si gadis. Lebih terang dan berangin. Disini kipasnya tak menyala. Kotor, banyak serangga. Setelah beberapa hari, ada gadis lain yang datang, tampak lebih tua dari pemilikku, si lelaki dan gadis agak tua ini menghisap sesuatu dari hidung dan saling menyuntikkan cairan, dan agaknya mereka teler. Haha, lucu sekali. Aku masih dibiarkan disudut ruangan maka dari itu aku leluasa melihat mereka. Esok harinya, ada gadis lain, seumuran mungkin dengan pemilikku, hanya saja badannya lebih kecil. Si lelaki digoda habis-habisan dengan gadis kurus ini hingga lelaki pemilikku dan gadis kurus saling menindih, mendesah dan bergetar-getar. Kali ini berbeda, tampaknya si lelaki agak ragu dan malas, temponya cepat dan terkesan kasar. Tetapi tetap mendesah-desah dan beteriak disaat akhir.
                Satu minggu setelahnya, pemilikku datang! Betapa senangnya! Tetapi mereka berdua bertengkar, di kamar pengap ini. Si lelaki mengiba maaf, tetapi pemilikku hanya menangis dan mengeliat dilantai. Tetapi si gadis pemilikku tak menghiraukan lelakinya dan beranjak pergi.
Dengan secepat kilat si lelaki menghentakkan dan menarik tangan gadis kembali ke kamar. Menyetubuhinya secara paksa. Hanya sumpah serapah dan pergolakan yang dilakukan pemilikku, kasihan sekali, ingin aku membantunya lepas dari cengkeraman laki-laki jahat ini.
                Beberapa saat kemudian, lelaki mencekik pemilikku, matanya melotot seakan mau lepas dari lubang matanya, suaranya menggeram, pemilikku melawan, meronta, tapi akhirnya dia diam. Apakah dia tertidur karena sangat lelah dan malas mendengar geraman lelakinya? Setelah pemilikku diam tak bergerak, si lelaki ini kalang kabut, matanya merah dan menangis meraung-raung kebingungan. Lalu menciumi seluruh tubuh pemilikku yang tetap terdiam dan mengelus-elus rambut pemilikku, lelaki ini tetap kalang kabut melihat sekeliling kamar pengapnya dengan garang mencari sesuatu entah apa.
                Ternyata dia melihatku! Aku diambilnya. Dan digantung dicelah kamar mandi ruangan pengap yang semakin menggelap ini. Lalu dia mengalungkan lehernya, menyentakkan kursi yang tadi dia gunakan sebagai pijakan, lalu dia bersuara seperti kambing, dan setelah itu diam tak bergerak. Aku ikut lelah. Pingsan karena kamar ini semakin gelap & pengap.

Jumat, 06 Desember 2013

Kewajiban Etis yang Bagaimana yang Harus Dibangun sebagai Mahasiswa FISIP?



Kewajiban Etis yang Bagaimana yang Harus Dibangun sebagai Mahasiswa FISIP
1. Pengertian Etika dan Etis :
            Pengertian, menurut bahasa (etimologi) istilah etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang berarti adat-istiadat (Kebiasaan), perasaan batin, kecenderungan hati untuk melakukan perbuatan. Etika mengajarkan tentang keluhuran budi baik-buruk. Etika dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang segala hal kebijakan dalam hidup manusia semuanya, mengenai gerak-gerik pikiran dan rasa yang dapat merupakan timbangan perasaan sampai mengenai tujuannya yang dapat merupakan perbuatan. Sedangkan pengetahuan bahwa ada baik dan buruk disebut kesadaran etis/kesadaran moral. Moral, tahu bagaimana kita bertindak, etika, membuat kita yakin dan paham tentang moral yang kita anut.
Terdapat empat alasan mengapa etika pada zaman kita saat ini perlu :
            Pertama, kita hidup dalam masyarakat yang semakin pluralistik, juga dalam bidang moralitas kesatuan tatanan normatif sudah tidak ada lagi. Kita berhadapan dengan sekian banyak pandangan moral yang saling bertentangan dan semua mengajukan klaim mereka pada kita. Untuk mencapai suatu pendirian dalam pergolakan pandangan-pandangan moral ini refleksi kritis etika diperlukan.
            Kedua, kita hidup dalam masa transformasi masyarakat tanpa tanding, perubahan itu terjadi dibawah hantaman kekuatan yang mengenai semua segi kehidupan kita, yaitu gelombang modernisasi. Rasionalisme, individualisme, nasionalisme, sekulerisme, materialisme, kepercayaan akan kemajuan, konsumerisme, pluralisme religius serita sistem pendidikan modern secara hakiki mengubah lingkungan budaya dan rohani di Indonesia. Dalam situasi ini etika mau membantu agar kita jangan kehilangan orientasi, dapat membedakan antara apa yang hakiki dan apa yang boleh saja berubah dan dengan demikian tetap sanggup untuk mengambil sikap-sikap yang dapat kita pertanggung jawabkan
            Ketiga, tidak mengherankan bahwa proses perubahan sosial budaya dan moral yang kita alami ini dipergunakan oleh pelbagai pihak untuk memancing dalam air keruh. Penawaran ideologi-ideologi oleh pihak yang ada dengan dalih sebagai obat penyelamat. Etika dapat membuat kita sanggup untuk menghadapi ideologi-ideologi itu dengan kritis dan objektif dan untuk membentuk penilaian sendiri , agar kita jangan naif atau ekstrem
            Keempat, etika juga diperlukan oleh kaum agama yang disatu sisi menemukan dasar kemantapan mereka dalam iman kepercayaan mereka, dilain sisi sekaligus mau berpartisipasi tanpa takut dan dengan tidak menutup diri dalam semua dimensi kehidupan masyarakat yang sedang berubah.

2.Hak dan Kewajiban Mahasiswa (Kewajiban Etis yang harus dibangun sebagai Mahasiswa FISIP) :

            Sebelumnya kita harus tahu terlebih dahulu, apa pengertian dari hak dan kewajiban, pengertian hak adalah sesuatu yng mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Dalam hubungannya dengan etika, kita harus mengetahui tentang hak dan kewajiban mahasiswa sebelum membahas lebih jauh mengenai hak dan kewajiban mahasiswa FISIP. Hak tentu merupakan sesuatu yang hakiki dimiliki setiap manusia, hak yang didapat dari Tuhan, hak yang didapat dari orang lain, dan lainnya. Hak yang didapat dari Tuhan seperti setiap manusia berhak untuk hidup dan berkehidupan didunia, bahkan sejak dia berada dalam kandungan. Hak yang didapat dari orang lain, tentu, seperti yang kita ketahui, kita berhak mendapatkan kehidupan yang layak maupun pendidikan dan masih banyak lagi. Etika sangat berhubungan dengan hak (juga kewajiban), karena dari hak-lah setiap manusia sadar untuk beretika dan bertindak sesuai dengan etika yang sesuai dengan statusnya.
            Sebagai mahasiswa kita mempunyai hak. Hak apa sajakah? Apakah mahasiswa sudah menyadari bahwa dirinya mempunyai hak terkait dengan statusnya sebagai mahasiswa?
Ternyata Hak dan Kewajiban mahasiswa sudah diatur dalam Pasal 109 dan PP. No. 60 Tahun 1999, sebagai berikut :
1. menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan norma dan susila uang berlaku dalam lingkungan akademik
2. memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang akademika sesuai dengan minat, bakat, kegemaran, dan kemampuan
3. memanfaatkan fasilitas perguruan tinggi dalam rangka kelancaran proses belajar
4. mendapatkan bimbingan dari dosen yang bertanggung jawab atas program studi yang diikutinya dalam penyelesaian studinya
5. memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan program studi yang diikutinya serta hasil belajarnya
6. menyelesaikan studi lebih awal dari jadwal yang ditetapkan sesuai dengan persyaratan yang berlaku
7. memperoleh layanan kesejahteraan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
8. memanfaatkan sumber daya perguruan tinggi melalui perwakilan/organisasi kemahasiswaan untuk mengurus dan mengatur kesejahteraan minat dan tata kehidupan bermasyarakat
9. pindah keperguruan tingggi lain atau program studi lain, bilamana memenuhi persyaratan penerimaan mahasiswa pada perguruan inggi atau program studi yang berhak dimasuki dan bilamana daya tampung perguruan tinggi atau program studi yang bersangkutan memungkinkan
10. ikut serta dalam kegiatan organisasi mahasiswa pada perguruan tinggi yang bersangkutan
11. memperoleh pelayanan khusus bilamana menyandang cacat
12. menjadi anggota perpustakaan setelah memenuhi ketentuan khusus tentang keanggotaan perpustakaan.
Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh pimpinan masing-masing perguruan tinggi.

            Dari keterangan yang tertera diatas, mahasiswa berhak mendapatkan segala yang tercantum dalam poin 1 sampai 12 tadi. Karena mahasiswa tidak boleh bertindak sewenang-wenang dan seharusnya beretika baik walaupun tidak terlepas dari kebebasan eksistensial yang didapat melalui status sebagai mahasiswa. Mahasiswa harus berpikir kritis dan tahu akan etika baik yang secara rasional memang layak atau benar dan dimanifestasikan melalui tindakan.
            Sekarang membahas tentang kewajiban, apakah kewajiban itu? Apakah kewajiban mahasiswa sama dengan kewajiban dosen?? Pengertian kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bila mahasiswa benar-benar kritis, cerdas dan proaktif tentu tahu akan kewajibannya. Kewajiban disini harus dilaksanakan oleh setiap individu, karena dari kewajiban kita dapat bertindak seharusnya, membentuk etika dan bermoral yang berwawaskan keharusan diri juga status yang disandang dan juga bisa mempertanggung jawabkan segala tindakannya.
            Etika dalam kehidupan manusia, bekerja secara heteronom, artinya efektivitasnya tergantung pada hubungan manusia sesamanya. Dari sini kita tahu, tidak semua kewajiban dilaksanakan oleh semua individu, maka dari itu untuk memenuhi kewajiban, mahasiswa harus saling menjalin interaksi yang positif, karena penyimpangan hak berarti tidak menerima hak sebagaimana semestinya, penyimpangan kewajiban berarti tidak melaksanakan kewajiban secara baik & benar. Penyimpangan hak & kewajiban merupakan pelanggaran etika.
Pasal 110, memuat kewajiban mahasiswa, sebagai berikut :

1. mematuhi semua peraturan/ketentuan yang berlaku pada perguruan tinggi yang bersangkutan
2. ikut memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan keamanan perguruan tinggi yang bersangkutan
3. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidiakn kecuali bagi mahasiswa yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku
4. menghargai ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian.
5. menjaga kewibawaan dan nama baik perguruan tinggi yang bersangkutan
6. menjunjung tinggi kebudayaan nasional
7. tidak mencemarkan nama pimpinan, dosen, karyawan dan seluruh akademika
8. menyiapkan diri untuk secara terus menerus mengikuti kegiatan
9. bertingkah laku, berdisiplin dan bertanggung jawab sehingga suasana belajar tidak terganggu
10. memelihara penampilan sesuai dengan statusnya sebagai mahasiswa yang berkepribadian.
Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 diatur oleh pimpinan perguruan tinggi.

            Kewajiban mahasiswa sangat erat kaitannya dengan etika ditinjau dari  Pasal 110 ini, kita dapat melihat dari ayat 1 hingga 10 merupakan kewajiban untuk mengetiskan diri di lingkungan fakultas maupun universitas. Maka dari itu, mahasiswa yang kritis dan cerdas haruslah pandai menempatkan diri dan melaksanakan kewajiban sebagaimana semestinya. Etika dan moral secara harfiah dapat meninjau sejauh mana pengetahuan yang dimiliki individu(disini, sebagai mahasiswa) akan hal-hal yang terjadi disekitarnya. Beretika dan memenuhi kewajiban tidak menjadikan mahasiswa pasif, melainkan lebih aktif dan bisa melakukan apa yang harus dilaksanakan untuk diri sendiri, orang lain, dan lingkungannya secara masif dan tentunya positif.
Lalu, mari kita tinjau Tri Dharma Perguruan Tinggi
A. Pendidikan dan Pengajaran
B. Penelitian dan Pengembangan
C. Pengabdian kepada Masyarakat
            Kita sebagai mahasiswa, terlebih lagi mahasiswa FISIP, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Jember ini, wajib melaksanakan, mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini. Erat kaitannya dengan ranah sosial setiap individu yakni masyarakat yang notabenenya merupakan makhluk sosial dan sebagian lain dalam andil sisi tata kelola penguasaan akan suatu hal yang ingin diorganisir secara baik, masuk dalam kategori politik, dari sini kita sudah melihat dengan jelas dari Tri Dharma yang sudah kita ketahui, posisi kita sebagai mahasiswa haruslah memenuhi kewajiban etis dalam tiga hal tersebut.
             Pendidikan dan pengajaran, bisa menjadi peserta didik maupun tenaga pendidik yang berkualitas, dimulai saat kita menjadi mahasiswa, mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di kampus secara aktif dan sesuai dengan minat bakat merupakan bentuk dari pendidikan dan pengajaran, mendidik diri sendiri dan mengajarkan diri sendiri, dengan mendidik dan mengajar diri sendiri, tentu secara perlahan kita dapat menjadi subjek bagi orang lain untuk belajar dari kita, disini, esensi dari poin pertama Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan dan Pengajaran sudah diamalkan. etika baik secara otomatis terlaksanakan.
            Begitu pula dengan Penelitian dan Pengembangan, mahasiswa berhak dan berkewajiban meneliti dan mengembangkan penelitiannya, sebagai mahasiswa FISIP, sebagai contoh, yang sudah tentu berkecimpung di masyarakat, harus peka terhadap permasalahan sekitar dan menemukan suatu hal yang dapat menjadi pemecah permasalahan yang ada di masyarakat dengan berpikir setiap pihak sekitar memiliki peran untuk menjadi pengentas problematika yang ada, mahasiswa FISIP harus turun tangan meneliti dan mengembangkan pemecahan permasalahan dengan analisis juga rasionalisasi yang kuat, sehingga pengembangan yang ditemukan dapat diterapkan dan menjadi gerakan pemulihan dari permasalahan yang ada, poin kedua Tri Dharma ini mengajarkan bahwa mahasiswa harus aktif melakukan riset dan mengembangkan hasil risetnya agar menjadi hasil penelitian yang bermanfaat, keaktifan, kepekaan, tanggap atau cekatan ini kental kaitannya dengan etika, mahasiswa FISIP beretika, dengan daya intelekualnya dan keidealisan yang dimiliki, sehingga pelaksanaan dari poin kedua Tri Dharma ini dilaksanakan secara manifes, semua ini demi etika dan Pengabdian kepada Masyarakat.
            Mahasiswa sebagai ujung tombak generasi pelurus bangsa, memegang peran penting dalam revolusi bangsa, apalagi mahasiswa FISIP yang fakultasnya merupakan bentuk dari miniatur negara yang mengajarkan bagaimanakah cara mengatur negara secara benar melalui teori-teori yang diajarkan, para sarjana dari FISIP diharapkan menjadi pembesar bangsa yang beretika dan bermoral baik juga membangun. Demi pengabdian kepada masyarakat. Tri dharma perguruan tinggi merupakan kewajiban yang secara etis harus dilaksanakan setiap mahasiswa, disini yang menjadi bahasan secara spesifik yakni mahasiswa FISIP, agar kita mendapatkan subtansi yang sebenarnya sebagai mahasiswa dan beretika juga bermoral baik demi kedepannya menjadi pembesar bangsa yang bermoral.
Sumpah Mahasiswa, Kami Mahasiswa Mahasiswi Indonesia Bersumpah :
1. Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan
2. Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan
3. Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan

                Dari penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan, kewajiban etis yang harus dibangun mahasiswa FISIP adalah kewajibannya terkait dengan sumpah mahasiswa dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
            Spesifiknya lagi, mahasiswa FISIP harus lebih kritis daripada mahasiswa fakultas lain, peka, terhadap polemik yang ada di masyarakat dan tanggap dengan permasalahan politik baik di ranah lokal, nasional maupun internasional,dan setidaknya dapat mengambil sikap terkait status kita sebagai mahasiswa FISIP terkait problematika yang ada tersebut, merupakan kewajiban etis yang harus dibangun, karena sekali lagi kesadaran etis ini erat hubungannya dengan pengetahuan bahwa ada hal baik dan buruk. Juga kaitannya dengan moral, mahasiswa FISIP tahu bagaimana harus bertindak, etika, membuat kita yakin dan paham tentang moral yang kita anut. Dan bagaimana kita sebagai mahasiswa berkewajiban untuk menegakkan yang baik demi terciptanya revolusi bangsa (menuju kemajuan disegala bidang) yang diidam-idamkan selama ini.


Daftar Pustaka :
I.R Poedjawijatna, 1968, Etika : Filsafat Tingkah Laku, Jakarta, Obor
M. Yatimin Abdullah, 2006, Pengantar Studi Etika, Jakarta, PT RajaGrafindo Persada
Franz Magnis-Suseno, 2010, Etika Dasar : Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral, Yogyakarta, Kanisius
http://desxripsi.blogspot.com/2012/11/sumpah-mahasiswa-indonesia.html?m=1

flag counter :)

free counters