Like my Blog on Facebook

Selasa, 18 September 2012

Imam Ghazali membagi manusia dalam 4 golongan.

Imam Ghazali membagi manusia dalam 4 golongan.
Pertama, Rajulun yadrii annahu yadrii (orang yg tahu dan dia tahu bahwa dia tahu). Inilah ulama yg sebenarnya, yang dapat dijadikan sebagai rujukan dan harus diikuti.
Kedua, Rajulun yadrii wa laa yadrii annahu yadrii (orang yg tahu, tapi dia tidak tahu bahwa dia tahu). Orang seperti ini, menurut Ghazali, adalah orang yg sedang tertidur dan harus dibangunkan. (Muh Nasih, Klasifikasi Ulama menurut Al Ghazali, Harian Pelita, 14 Nov 2007, hal 4).
Ketiga, Rajulun laa yadrii wa yadrii annahu laa yadrii (orang yg tidak tahu, dan dia tahu atau sadar dia tidak tahu). Orang seperti ini adalah orang2 yg membutuhkan petunjuk dan harus diberikan pelajaran yg dapat menjadi petunjuk baginya.
Keempat, Rajulun laa yadrii wa laa yadrii annahu laa yadrii (orang yg tidak tahu atau bodoh, dan tidak tahu bahwa dia tidak tahu). Orang yg seperti ini sangatlah berbahaya karena merasa dirinya tahu padahal sebenarnya dia tidak tahu. Akibatnya sulit untuk memberikan pengertian kepada orang semodel ini.
Semoga kita dijauhkan dari orang golongan keempat ini, aamiin.

Pengertian Senyawa Kompleks


Pengertian Senyawa Kompleks

Titrasi kompleksometri adalah salah satu metode kuantitatif dengan memanfaatkan reaksi kompleks antara ligan dengan ion logam utamanya, yang umum di indonesia EDTA ( disodium ethylendiamintetraasetat/ tritiplex/ komplekson, dll ). Titrasi kompleksometri ini ada 3 macam, yaitu langsung, tidak langsung, dan substitusi. tergantung sifat zat yang akan ditentukan, misalnya calcium, maka indikator yang dipakai, pH dll akan berbeda, dalam titrasi kompleksometri juga. Titrasi kompleksometri meliputi reaksi pembentukan ion – ion kompleks ataupun pembentukan molekul netral yang terdisosiasi dalam larutan. Syaratnya mempunyai kelarutan tinggi.

Contohnya : kompleks logam dengan EDTA dan titrasi dengan merkuro nitrat dan perak sianida.

Reaksi pengkompleksan dengan suatu ion logam, melibatkan penggantian satu molekul pelarut atau lebih yang terkoordinasi, dengan gugus-gugus nukleofilik lain. Gugus-gugus yang terikat pada ion pusat, disebut ligan, dan dalam larutan air, reaksi dapat dinyatakan oleh persamaan:

              M(H2O)n + L = M (H2O)(n-1) L + H2O

Disini ligan (L) dapat berupa sebuah molekul netral atau sebuah ion bermuatan, dengan penggantian molekul-molekul air berturut-turut selanjutnya dapat terjadi, sampai terbentuk kompleks MLn; n adalah bilangan koordinasi dari logam itu, dan menyatakan jumlah maksimum ligan monodentat yang dapat terikat padanya.

              Ligan dapat dengan baik diklassifikasikan atas dasar banyaknya titik-lekat kepada ion logam. Begitulah, ligan-ligan sederhana, seperti ion-ion halida atau molekul-molekul H2O atau NH3, adalah monodentat,  yaitu ligan itu terikat pada ion logam hanya pada satu titik oleh penyumbangan satu pasanagan-elektron-menyendiri kepada logam. Namun, bila molekul atau ion ligan itu mempunyai dua atom, yang masing-masing mempunyai satu pasangan elektron menyendiri, maka molekul itu mempunyai dua atom-penyumbang, dan adalah mungkin untuk membentuk dua ikatan-koordinasi dengan ion logam yang sama; ligan seperti ini disebut bidentat dan sebagai contohnya dapatlah diperhatikan kompleks tris(etilenadiamina) kobalt(III), [Co(en)3]3+. Dalam kompleks oktahedral berkoordinat-6 (dari) kobalt(III), setiap molekul etilenadiamina bidentat terikat pada ion logam itu melalui pasangan elktron menyendiri dari kedua ataom nitrogennya. Ini menghasilkan terbentuknya tiga cincin beranggota-5, yang masing-masing meliputi ion logam itu; proses pembentukan cincin ini disebut penyepitan (pembentukan sepit atau kelat).

              Ligan multidentat mengandung lebih dari dua atom-koordinasi per molekul, misalnya asam 1,2-diaminoetanatetraasetat (asam etilenadiaminatetraasetat, EDTA) yang mempunyai dua atom nitrogen-penyumbang dan empat atom oksigen-penyumbang dalam molekul, dapat merupakan heksadentat.

              Spesi-spesi yang lompleks itu tak mengandung lebih dari satu ion logam, tetapi pada kondisi-kondisi yang sesuai, suatu kompleks binuklir, yaitu kompleks yang mengandung dua ion logam, atau bahkan suatu komleks polinuklir, yang mengansung lebih dari dua ion logam, dapat terbentuk. Begitulah, interaksi antar ion Zn2+ dan Cl- dapat menimbulkan pembentukan kompleks binuklir, misalnya [Zn2Cl6]2- disamping spesi seederhana seperti ZnCl3- dan ZnCl42-. Pembentukan kompleks binuklir dan polinuklir jelas akan lebih diuntungkan oleh konsentrasi yang tinggi ion logam itu; jika yang terakhir ini berada sebagai konstitusi runutan dari larutan, kompleks-kompleks polinuklir sangat kecil kemungkinannya akan terbentuk.

Sejarah Terbentuknya BPUPKI dan PPKI


BPUPKI
1. Terbentuknya BPUPKI
Jepang benar-benar terancam dalam perangnya melawan sekutu. Untuk semakin menarik simpati bangsa Indonesia agar tetap mendukung Jepang, maka pada tanggal 1 Maret 1945, Kumaikici Harada mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam bahasa Jepang BPUPKI disebut Dokuritsu Junbi Cosakai.
BPUPKI beranggotakan 60 orang, ditambah beberapa pimpinan. Sebagai ketua adalah Dr. Rajiman Widyodiningrat. Wakil-wakil ketua, yakni Icibangase yang sekaligus sebagai kepala Badan Perundingan dan RP. Suroso yang sekaligus sebagai kepala sekretariat. Sebagai kepala sekretariat, RP. Suroso dibantu oleh Toyohito Masuda dan Mr. AG. Pringgodigdo.
BPUPKI pada tanggal 28 Mei 1945 diresmikan. Pada kesempatan persemian ini dilakukan pengibaran bendera Hinomaru disusul pengibaran bendera Merah Putih. Hal ini semakin membangkitkan semangat para anggota BPUPKI dalam mempersiapkan upaya Indonesia merdeka. Yang sangat menarik, sejak itu lagu Indonesia Raya boleh dinyanyikan dan Sang Merah Putih boleh dikibarkan.
Maksud dan tujuan dibentuknya BPUPKI adalah untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan pembentukan negara Indonesia. Jika suatu saat kelak meneguhkan kemerdekaannya, maka bangsa Indonesia sudah harus memiliki dasar negara. Oleh karena itu, BPUPKI merumuskan dasar negara.

PPKI
1. Terbentuknya PPKI
Jepang semakin mengalami kemunduran dalam Perang Asia Timur Raya. Komando Tentara Jepang wilayah Selatan mengadakan rapat. Dalam rapat itu disepakati bahwa Indonesia akan diberi kemerdekaan pada tanggal 7 September 1945.
Keadaan Jepang semakin kritis. Pada 6 Agustus 1945, kota Hirosima dibom atom oleh Amerika Serikat. Menghadap situasi ini, Jenderal Terauchi menyetujui pembentukan Dokuritsu Junbi Inkai atau Panitia Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Persetujuan ini terjadi pada pada tanggal 7 Agustus 1945. Tugas PPKI adalah melanjutkan tugas BPUPKI dan untuk mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia. Ketua PPKI adalah Ir. Soekarno, sedangkan wakilnya Drs. Moh. Hatta.
PPKI beranggotakan 21 orang dan semuanya orang Indonesia yang berasal dari berbagai daerah.
Jawa 12 wakil.
Sumatera 3 wakil.
Sulawesi 2 wakil.
Kalimantan 1 wakil.
Sunda Kecil 1 wakil.
Maluku 1 wakil.
Golongan penduduk Cina 1 wakil
Untuk kepentingan peresmian dan pelantikan PPKI, Jendral Terauchi, pimpinan Angkatan Perang Jepang yang berkedudukan di Saigon, pada tanggal 9 Agustus 1945 memanggil Soekarno, Moh. Hatta, dan Rajiman Widyodiningrat untuk pergi ke Dalat, Saigon. Di Dalat, Jendral Terauchi menegaskan bahwa Pemerintah Kemaharajaan Jepang memutuskan untuk menyerahkan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.
2. PPKI dan Perkembangan Situasi Indonesia
Tanggal 14 Agustus 1945, Soekarno, Moh. Hatta, dan Rajiman Widyodiningrat pulang kembali ke Jakarta. Sementara Jepang sudah dalam keadaan lumpuh sebab tanggal 9 Agustus 1945 kota Nagasaki juga dibom atom oleh Amerika Serikat. Dengan demikian Jepang benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa. Akhimya pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada pihak Sekutu.
Ketika ketiga perwakilan bangsa Indonesia kembali ke tanah air, keadaan politik di Indonesia telah terjadi perubahan sangat drastis. Para tokoh yang terus mengikuti perkembangan Perang Dunia II mempunyai ide untuk segera memproklamasikan kemerdekaan, tanpa menunggu keputusan Jepang. Akhirnya terjadi perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda mengenai waktu pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Perbedaan pendapat terjadi antara golongan tua yang terwakili dalam PPKI, dengan golongan muda yang terwakili dalam beberapa perkumpulan. Beberapa perkumpulan yang termasuk golongan muda misalnya:
Kelompok Asrama Menteng 31 yang dipelopori Chaerul Saleh dan Sukarni
Kelompok Asrama Indonesia Merdeka yang dipelopori Mr Soebarjo
Kelompok Asrama Mahasiswa Kedokteran yang mendukung Sjahrir.
Golongan muda mendesak agar Indonesia segera memproklamirkan kemerdekaan. Sementara golongan tua menghendaki proklamasi menunggu perkembangan keputusan Jepang. Alasan golongan tua adalah untuk menghindari pertumpahan darah, mengingat pasukan Jepang masih banyak yang ada di Indonesia.
Pada tanggal 16 Agustus 1945 golongan muda menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Soekarno dan Hatta didesak agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Akhirnya, keinginan golongan muda terpenuhi. Proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945
Proklamasi dibacakan Ir Soekarno pukul 10.00 di Jl Pegangsaan Timur Jakarta. Sebagai penandatangan naskan proklamasi adalah Soekarno dan Hatta, atas nama bangsa Indonesia. Sejak tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia telah merdeka dari penjajahan.

Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah:
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta


1. Golongan Muda

Berpendapat bahwa kemerdekaan adalah hak dan masalah Indonesia sendiri, tidak dapat digantungkan kepada orang atau bangsa lain, sehingga kemerdekaan Indonesia harus segera diproklamasikan

2. Golongan Tua

Berpendapat bahwa kemerdekaan harus disiapkan secara matang dengan menekankan perlunya diadakan rapat PPKI terlebih dahulu dan dikonsultasikan dengan Jepang.

Perbedaan pendapat tersebut akhirnya dapat dicairkan setelah diadakan kesepakatan-kesepakatan berikut ini.

a.          Pada saat pembicaraan antara Singgih dan Ir. Soekarno, bahwa Ir. Soekarno sanggup memproklamasikan kemerdekaan tanpa campur tangan Jepang.

b.         Antara Achmad Subarjo dan Wikana di Jakarta terdapat kata sepakat bahwa proklamasi kemerdekaan harus dilakukan di Jakarta. Laksamana Muda Maeda bersedia menjamin keselamatan selama mdreka dirumahnya.

Oleh karena itu, Yusuf Kunto pada tanggal 16 Agustus 1945 sore hari membawa Achmad Subarjo bersama Sudiro (Mbah Diro) ke Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno – Hatta. Di Rengasdengklok antara golongan muda dan golongan tua tidak terjadi perundingan, sebab, Achamad Subarjo telah menjamin nyawanya sebagai taruhan, bahwa proklamasi akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12.00. Soekarno – Hatta dari Rengasdengklok tiba di Jakarta pukul 23.00 menuju rumah merdeka dengan sebelumnya singgah ke rumah masing-masing. Disamping utu Soekarno – Hatta telah menemui Somubuco Mayor Jenderal Nisymura untuk menjajaki sikapnya mengenai proklamasi kemerdekaan. Ternyata Nisymura mengikatkan diri untuj tidak menghalang-halangi proklamasi, asal tidak ada pernyataan anti-Jepang.

Selasa, 05 Juni 2012

Memilih Warna Baju Yang Sesuai Dengan Warna Kulit


Tips Memilih Warna Baju Sesuai Dengan Warna Kulit


kali inii, aku bakal kasii tips bagi kalian (cewe) dalam memilih warna baju yang sesuai dengan warna kulit. ini cuma tips lho yaa.. silahkan dicoba dan dipakai kalo emang match sama kamuu.. silahkannn =>>

1.       Buat kamu yang punya warna kulit Coklat/Sawo Matang jangan pake baju yang berwarna cerah! Kaya kuning, orange, putih. Pilih yang berwarna gelap atau senada dengan warna kulitmu. Karena apa? Kalau kamu pake baju yang warnanya lebih cerah dari warna kulitmu waah, jelas banget bikin kamu keliatan lebih ‘gelap’. Coba deh! Selain ituu, efek warna baju yang lebih gelap tadi, akan meciptakan kesan yang elegan


2.       Buat kamu yang punya warna kulit Sawo Mentah alias Coklat muda, pilih baju yang berwarna kalem (tidak terlalu cerah atau gelap), warna yang ‘nude’. Kalau nggak suka warna nude, pemilik kulit warna sawo mentah inii(yang bisa dibilang Kuning langsat tapi terlalu gelap haha) bisa pakai baju yang warnanya mateng, kayak biru gelap, magenta, ungu tua, merah scarlet, wahh cantik banget tuh!.  jadii, pemilik warna kulit sawo mentah cenderung cocok kok pake baju berwarna apa aja.. terlebih lagi dengan desain renda-renda. ^^
3.       Yang punya kulitnya Kunig Langsat niih, cocok pake baju yang warnanya pastel atau magenta.. bikin kamu keliatan makin cantik, imut, dan lebih ber aura.. karena apa.. warna-warna pastel akan menyatu dengan warna kulitmu dan memberikan efek yang bikin kamu lebih ‘shine’ gituu... oiia, cocok juga loh pake baju yang warnanya pastel plus bermotif bunga2.. tapi, kalau kamu ternyata suka warna gelap, untuk mengimbangi dengan warna kesukaanmu pakai aja accesorries yang berwarna gelap seperti bangles warna hitam, merah, atau biru indigo
                                                                         warna pastel
4.       Yang punya kulit Putih aduuh, repot nih.. Pokoknya buat kamu yang punya kulit putih jangan pake yang terlalu gelap-gelapan kalau kamu gak mau terlihat mencolok dan terlalu bersinar.. boleh sih.. tapi padukan dengan bawahan yang terang seperti warna coklat atau gold, atau bisa juga warna pastel.. sebernya pemilih kulit putih, cocok buat pake baju warna aja... asal jangan lebay. haha..


s    sekiannn tips dari akuu... semoga bermanfaat.. :))) share ya kalau ada yang punya tips lain.. ^^
      *dari berbagai sumber

Senin, 04 Juni 2012

Pegertian Kebudayaan dan Unsur-Unsur Kebudayaan


 Pengertian Kebudayaan :
Definisi Koentjaraningrat, tampak bahwa kebudayaan merupakan suatu proses hubungan manusia dengan alam dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya baik jasmaniah maupun rohaniah. Dalam proses tersebut manusia berusaha mengatasi permasalahan dan tantangan yang ada dihadapannya.

Unsur-Unsur Kebudayaan
Sistem Religi.
Sistem Organisasi Masyarakat
Sistem Pengetahuan
1. Sistem Religi
  Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.
  Para ahli antropologi mengemukakan, paling sedikit ada 8 bentuk religi di dunia:
Fetisisme, yaitu bentuk religi berdasarkan kepercayaan akan adanya jiwa dalam bentuk benda-benda tertentu dan terdiri dari aktivitas-aktivitas keagamaan guna memuja benda-benda berjiwa. Misalnya Simegere di Mentawah
Animisme, yaitu bentuk religi yang didasarkan kepercayaan bahwa alam sekeliling tempat tinggal manusia dihuni berbagai macam ruh, dan terdiri dari berbagai kegiatan keagamaan guna memuja roh – roh tadi
Animatism, tidak merupakan bentuk religi, melainkan suatu sistem kepercayaan bahwa benda-benda serta tumbuh-tumbuhan memiliki jiwa dan dapat berfikir seperti manusia. Kepercayaan itu tidak menyebabkan adanya kegiatan keagamaan, walaupun dapat menjadi unsur dalam suatu religi
Prae-animism (kadang disebut dynamism), yaitu bentuk religi berdasarkan kepercayaan pada kekuatan sakti yang ada dalam segala hal yang luar biasa dan terdiri dari kegiatan-kegiatan keagamaan yang berpedoman pada kepercayaan tersebut
Totemism, yaitu bentuk religi yang terdiri dari kelompok-kelompok kekerabatan unilineal yang didasarkan berasal dari para dewa dan leluhur yang terikat tali kekerabatan dan terdiri dari kegiatan-kegiatan keagamaan untuk memuja mereka serta mempererat kesatuan dalam kelompok unilineal masing-masing.
Polytheisme, yaitu religi yang didasarkan kepercayaan akan adanya suatu hierarki dewa-dewa dan terdiri dari upacara-upacara untuk memuja para dewa tadi
Monotheisme, yaitu religi yang didasarkan kepercayaan adanya satu dewa, yaitu Tuhan dan kegiatan-kegiatan upacaranya bertujuan untuk memuja Tuhan tersebut
Mystic, yaitu bentuk religi yang didasarkan kepercayaan satu Tuhan yang dianggap menguasai seluruh alam semesta dan terdiri dari upacara-upacara yang bertujuan untuk mencapai kesatuan dengan Tuhan tersebut.
2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan

 
  Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masingmasing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.

3. Sistem Pengetahuan
  Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.



flag counter :)

free counters