Like my Blog on Facebook

Kamis, 07 Maret 2013

Dunia pada Masa Perang Dingin "PEMERINTAHAN KOMUNIS DI CHINA"


LATAR BELAKANG

            Perang Dingin ialah suatu konflik interstate (antar Negara Adidaya) paska perang Dunia ke-II. Dengan aktor utamanya; Amerika Serikat dan sekutunya melawan Uni Soviet dan sekutunya. Dikatakan sebagai Perang dingin, karena tidak adanya deklarasi formal akan perang tersebut dan juga kontak senjata secara langsung. Hanya merupakan perang urat syaraf antar keduanya. Adanya perbedaan National Interest (kepentingan nasional); Demokrasi Liberal melawan Komunis. Dan perbedaan ideologi seperti; Amerika Serikat menyusung prinsip Demokrasi Liberal yang berdasarkan sistem sosial pada masyarakatnya dan sistem politik yang bergantung kepada peran tiap-tiap individu dalam PEMILU serta sistem ekonomi, kapitalis yang menyediakan kesempatan bagi tiap-tiap individu untuk mengejar/memenuhi kebutuhan ekonomi dengan sedikit maupun banyak intervensi dari Negara/pemerintah. Sedangkan Uni Soviet mengedepankan prinsip ideologi komunisme sebagai sistem internasional dan tujuan Negara pada praktiknya.
Tujuan negaranya mencakup ideologi Marxisme dimana ada konsep akan penguasan dengan Total Control  oleh satu individu (kaum borjuis) dalam memproduksi sesuatu dan memiliki Authority Power (wewenang kekuasaan) dalam mengaturnya, serta perbedaan Geografis dan Politik (Containment Policy). Diplomat dan ahli sejarah juga staf senior Departemen Kenegaraan Amerika Serikat, George Kennan berpendapat;“ The Soviet Union would always feel military insecurity, it would conduct an agreesive foreign policy“. Pandangan tersebut diutarakan dengan melihat pendapat para Policy Makers (pembuat keputusan) Amerika Serikat yang beranggapan bahwa Interest (kepentingan) Amerika Serikat bergantung kepada Uni Soviet.
Perang Dingin yang dapat berkembang menjadi sebuah malapetaka global, yang mungkin telah melibatkan penggunaan senjata nuklir. Dominasi  Uni Soviet dan Amerika Serikat terhadap para sekutunya menyebabkan hubungan internasional sangat dipengaruhi kepentingan kedua negara adidaya.  Tidak mengherankan muncullah blok-blok aliansi yang lebih didasarkan pada persamaan ideologis. Hampir semua langkah diplomatik dipengaruhi oleh tema-tema ideologis yang kemudian dilengkapi dengan perangkat militer.  Pertentangan sistem hidup komunis dan liberal ini sedemikian intensifnya sehingga pada akhirnya perlombaan senjata tak dapat dihindarkan lagi karena dengan jalan menumpuk kekuatan nuklir itulah jalan terakhir menyelamatkan ideologinya.
Globalisasi konflik, dengan munculnya; Pemblokadean Tembok Berlin (1948-1949), Perang Korea (1950-1953), krisis misil Kuba (1962), Perang Vietnam (1965-1973), dan Perang Afghanistan (1979). Disebagian belahan Dunia lainnya tidak bereaksi secara langsung terhadap Perang Dingin yang hanya memberikan influence (pengaruh) terhadap munculnya ideologi-ideologi baru. Seperti halnya tokoh dari Cina Zhou Enlai telah lama hidup di Eropa pada masa Perang Dingin. Dimana ia berkecimpung kedalam partai komunis. Sepulangnya dia ke tanah air, bersama dengan koleganya. Mao Zedong mentransformasikan dan menginterpretasikan kedalam bentuk baru dari paham komunis. Munculnya paham tersebut berawal dari kemenangan Partai Komunis Cina dalam konflik politik di Cina.
1
Pada tahun 1923, Partai Komunis Cina (pimpinan Mao Zedong), beraliansi dengan partai Kuomintang (pimpinan Sun Yat Sen). Tidak berlangsung lama aliansi tersebut pecah menjadi suatu Perang Sudara yang tak terelakkan. Pada tahun 1949, Perang Saudara antara keduanya berakhir. Pada 1 oktober 1949, Mao Zedong memproklamirkan kemerdekaan Republik Rakyat Cina. Partai Komunis Cina menjadi pemegang mandat pemerintahan. Berdirinya RRC diakui oleh Uni Soviet dan Negara-negara komunis lainnya. Beberapa Negara yang tidak menganut paham komunis pun turut mengakuinya, seperti: India, Inggris, Perancis dll. Sebaliknya Amerika Serikat tidak mau mengakui keadaulatan wilayah Cina dan hanya mendukung permerintahan Republik Nasionalis Cina pimpinan Chiang Khai Shek di Taiwan secara aklamasi, karena mengedepankan format ideologi demokrasi yang serupa dengan Amerika Serikat. Bahkan, Amerika Serikat pun menentang keberadaan RRC di PBB.
Berakhirnya Perang Dingin itu sendiri berdasarkan berbagai faktor, seperti; pengaruh dari kepemimpinan Mikhail Gorbachev yang dapat membina hubungan baik dengan Amerika Serikat. Dan pengunduran dirinya pada tahun 1991, membuat Uni Soviet pecah. Dan pada tahun 1992-1993 Rusia dan Negara pecahan Uni Soviet menjadi Negara-negara independen. Menurut buku yang dikeluarkan oleh Francis Fukuyama: “Kapitalis Win“ dan adanya pandangan; “The end of evil empire “, yaitu suatu Arm race (keunggulan militer) yang dimenangi Amerika Serikat. Dari sisi ekonomi melihat perlunya suatu ongkos/biaya dengan jumlah uang yang banyak. Dengan demikian hanya pihak Amerika Serikat yang mampu menjangkaunya. Kemudian adanya New World Order; Unipolarity pada sistem internasional yang dijalankan oleh George W. Bush (Amerika Serikat).[ii]
Keterlibatan RRC dalam kemunculan Perang Dunia berawal saat naiknya Mao Zedong dalam kepemimpinan Cina menimbulkan efek yang signifikan dalam praktek politik perimbangan kekuatan antara 2 Negara adidaya, Amerika Serikat dan Uni Soviet. Pengaruh dari sosok Mao Zedong yang sangat signifikan, baik terhadap Negara Cina dan Negara lainnya. Di Cina ia mentransformasikan 1 milyar orang dengan  cara menghapuskan sistem sosial lama/tradisional, seperti; Landlord (tuan tanah). Ia juga menaikan taraf hidup dengan ditingkatkannya pendidikan dan pelayanan kesehatan. Dan bahkan ia juga melenyapkan nyawa 1 milyar orang.











2
PEMBAHASAN


Dari perspektif kekuatan militer dan persenjataan, RRC mulai mengembangkan proyek teknologi persenjataan nuklirnya sejak 1957. Proyek tersebut dibangun dengan bantuan Uni Soviet dalam pembiayaan dan asisten teknologi. Pengembangan teknologi persenjataan di Cina dapat dilihat dalam argumentasi bahwa dalam kajian Perang Dingin, konsep self help dan state survival hanya dapat dicapai dengan meningkatkan unsur power suatu negara. Bahkan, pembangunan angkatan bersenjata ini menjadikannya sebagai negara kelima di dunia yang mampu membuat bom atom pada 1964. Self help adalah pandangan bahwa kekuatan negara tidak dapat diandalkan dari adanya proses aliansi, tetapi harus dibangun secara mandiri. State survival adalah prinsip yang menekankan pentingnya menciptakan ketahanan negara. Power adalah prinsip yang menekankan pentingnya pengembangan teknologi persenjataan seoptimal mungkin yang memunculkan efek deterrence (penangkalan) bagi negara lain untuk menyerang negara yang bersangkutan.
Dalam konteks Cina, pembangunan teknologi persenjataan yang didukung Uni Soviet telah membuat Amerika Serikat memperhitungkan kekuatan Cina sebagai salah satu potensi ancaman bagi Blok Barat atau setidaknya kekuatan yang seimbang. Dalam konstelasi Perang Dingin, Cina secara geopolitik dan geostrategis memiliki 2 keuntungan dalam pertarungan ideologi:
-  Pertama, Cina menjadi negara potensial sebagai target perluasan pengaruh ideologi dari kedua negara adikuasa sekaligus berperan sebagai kekuatan sentral dari ideologi yang dimenangkan dalam pertarungan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.
- Kedua, posisi geografis Cina yang strategis menjadi keuntungan tersendiri bagi kedua negara adidaya dalam menyebarluaskan ideologi masing-masing di kawasan Asia Tengah dan Asia Tenggara, terutama dalam efisiensi penyebaran masing-masing ideologi ke wilayah sekitarnya.
Perang Dingin yang tadinya dicirikan oleh ketegangan antara kedua contending superpowers - Amerika Serikat dan Uni Soviet.  Namun posisi Mao dari Cina dalam Perang Dingin, merupakan kunci dalam banyak hal, tetapi tidak sekeliling pusat. Pengamatan yang dilakukan oleh para ilmuwan politik Andrew J. Nathan dan Robert S. Ross membuat pikiran sehat: "Selama Perang Dingin, Cina adalah satu-satunya negara besar yang berdiri di persimpangan dari dua kekuatan kamp, sebuah target untuk mempengaruhi dan permusuhan keduanya". Dengan jumlah penduduk terbesar dan menduduki wilayah yang ketiga terbesar di dunia, Cina merupakan faktor kekuatan yang tidak dapat diabaikan.
Pada akhir tahun 1940-an dan awal 1950-an, ketika Mao dari Cina memasuki aliansi strategis dengan Uni Soviet, Amerika Serikat segera merasa terancam dengan serius. Offensives dihadapi oleh negara-negara komunis dan revolusioner/radikal nasionalis kekuatan di Asia Timur. Pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an, situasi berikut dikembalikan sepenuhnya split antara Cina dengan Uni Soviet dan penyesuaian dengan Amerika Serikat.  Sebagai hasil dari harus menghadapi Barat dan China secara bersamaan, Uni Soviet dan kekuatan overextended, timbulah kontribusi yang signifikan pada akhir dari runtuhnya kekaisaran Soviet pada akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an.
3
Munculnya Mao dari Cina sebagai negara yang unik revolusioner pada akhir tahun 1940-an juga mengubah orientasi dari Perang Dingin dengan pergeseran yang sebenarnya dari Eropa ke Asia Timur, karena ternyata akan membuat Asia Timur menjadi kawasan utama dari Perang Dingin, sementara pada saat yang bersamaan, akan membantu Perang Dingin untuk tetap menjadi "dingin".
Bila revolusi Komunis Cina nasional mencapai kemenangan pada tahun 1949, secara global di Perang Dingin adalah jeda penting. Dua kejadian penting di pemblokadean tembok Berlin 1948-1949 dan Uni Soviet berhasil menguji sebuah bom atom pada Agustus 1949. Keduanya digabungkan untuk mengajukan tantangan yang serius kepada dua superpowers. Terhadap latar belakang ini, Moskow memiliki visi berpaling ke Asia Timur. Pada Juni-Agustus 1949, pada malam kemenangan bagi revolusi Komunis Cina, pemimpin nomor dua dari Partai Komunis Cina (ccp), Liu Shaoqi, diam-diam berkunjung ke Moskow untuk bertemu dengan Joseph Stalin.
 Kedua pemimpin menyimpulkan bahwa "situasi revolusioner" sekarang ada di Asia Timur. Dalam kesepakatan mengenai "pembagian kerja" antara Cina dan Uni Soviet revolusi komunis untuk perdagangan dunia, sedangkan mereka memutuskan bahwa Uni Soviet akan tetap menjadi pusat internasional proletar (buruh) revolusi. Pelaksanaan perjanjian ini mengakibatkan Cina memberikan dukungan untuk Ho Chi Minh di Vietnam, dan pada bulan Oktober 1950, intervensi besar-besaran dalam Perang Korea, membuat Mao dari Cina memerangi imperialis AS. Sepanjang tahun 1950-an dan 1960-an, Asia Timur tetap menjadi fokus utama dari Perang Dingin. Sementara itu Cina ,memainkan role play (peran sentral) yang signifikan pada saat krisis selat Taiwan (1954-1955, 1958, 1995-1996) dan Perang Vietnam (1979).
Perang Dingin di Asia meluas setelah RRC berusaha melaksanakan politik luar negeri yang ekspansif. Hal ini dikarenakan Mao Zedong berusaha menjadikan RRC sebagai negara terkuat di Asia dan juga menyebarkan revolusi ala Mao kepada negara-negara berkembang. Dengan melihat School of Thought (pendekatan dalam ilmu Hubungan Internasional) melalui aliran Behavioralisme, yaitu memahami perilaku internasional dan sistem internasional. Dalam konteks Perang Dingin menurut Richard Snyder dan Morton Kaplan; “banyak faktor yang mempengaruhi perilaku suatu Negara; diantaranya lingkungan domestik dari suatu Negara tersebut”. Pendudukannya atas Tibet pada 1950, keterlibatannya dalam Perang Korea (1950-1953), serta klaimnya atas Taiwan tidak hanya mengkhawatirkan negara-negara Barat, tetapi juga Uni Soviet.[iv] Perjanjian Cina-Uni Soviet tahun 1950 mengenai bantuan Uni Soviet kepada Cina ternyata tidak berlangsung lama. Penyebabnya, terjadi perbedaan interpretasi antara pemimpin RRC (Mao) dan pemimpin Uni Soviet (Stalin dan Khruzchev). Dalam menentang Uni Soviet, Mao menganggap bahwa model komunis RRC lebih baik dan lebih murni dibandingkan dengan komunis Uni Soviet. Oleh karena itu, komunis RRC lebih pantas untuk memimpin komunisme di seluruh dunia.
Pada masa kepemimpinan Stalin, hubungan RRC dan Uni Soviet sebenarnya sangat erat, karena kedua negara tersebut menganut paham sosialis-komunis. Strategi aliansi yang diterapkan Uni Soviet dengan menggandeng RRC tahun 1949-1950 menjadi salah satu faktor penyebab kemunculan poros barat-timur dalam Perang Dingin. Selain RRC, poros timur di kawasan Asia juga diwakili oleh Vietnam, Korea Utara, Laos, dan Kamboja.
4
Dalam hal strategi, hal tersebut menjadi sebuah ancaman serius bagi sebuah kepentingan ekonomi, politik, dan penyebaran ideologi demokrasi liberal Amerika Serikat. Strategi aliansi Mao ini memaksa Amerika Serikat memfokuskan perhatiannya kepada 2 hal, yakni perkembangan ideologi komunis di Eropa Timur dan RRC. Aliansi kekuatan Uni Soviet dan Cina kemudian menjadi parameter atas melebarnya ruang lingkup Perang Dingin dari kawasan Eropa ke Asia. Akibatnya, penanaman pengaruh militer dan pertahanan Amerika Serikat di kawasan Asia pun menjadi semakin kuat. Parameternya terdapat pada pemberian bantuan militer dan persenjataan Amerika Serikat di Vietnam Selatan dan Korea Selatan. Setelah Stalin wafat pada 1955, hubungan Uni Soviet dan RRC merenggang. Hal ini terjadi karena Uni Soviet di bawah Khruzchev bersikap terlalu lunak dan kompromi terhadap Amerika Serikat. Sikap Khruzchev tersebut oleh Mao Zedong dianggap sebagai pengkhianatan terhadap Revolusi Komunisme Internasional. Pertentangan memuncak ketika terjadi sengketa perbatasan antara 2 negara komunis tersebut.
Bagi Uni Soviet, Manchuria merupakan daerah strategis, tetapi Mao berusaha mengambil alihnya. Sementara itu, Mongolia yang berstatus negara merdeka dimasukkan ke dalam wilayah Uni Soviet sebagai pengganti Manchuria. Selain itu, Uni Soviet pun menjalin kerja sama dengan Korea Utara mengakibatkan hubungan Uni Soviet dan RRC semakin panas. Uni Soviet kemudian menempatkan sekitar satu juta tentara angkatan darat dan udara lengkap dengan persenjataan ofensif termasuk senjata nuklir di seluruh daerah garis perbatasan dengan RRC (Tibet, Singkiang, Mongolia, dan Manchuria). Sementara itu, di Asia Tenggara, Uni Soviet memperkuat kedudukannya dengan memberi bantuan kepada Vietnam untuk membendung RRC di bagian selatan. Keadaan tersebut menyebabkan RRC merasa terkepung dan segera meningkatkan pertahanan militernya.
Menteri Luar Negeri Cina, Zhou Enlai, berhasil mempengaruhi beberapa negara tetangga agar memihak kepada Cina. Pangeran Sihanouk dari Kamboja direkrut. Tak hanya itu, Indo-Cina yang ditinggalkan oleh Amerika Serikat juga didekati. Sejak 1970-an, Perang Dingin antara Cina dan Amerika Serikat mereda setelah terjadi pendekatan oleh kedua belah pihak. Penyebabnya, RRC melihat bahwa Uni Soviet lebih berbahaya dibandingkan Amerika Serikat. Oleh karena itu, RRC berusaha menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat. Maka, pada Februari 1972, ketika Presiden Amerika Serikat, Richard M. Nixon menawarkan kunjungan ke Peking, Menlu Zhou Enlai menerimanya. Kunjungan ini juga diikuti oleh Perdana Menteri Jepang, Tanaka. Bagi Uni Soviet, kunjungan ini adalah upaya kedua negara mengancam kepentingan Uni Soviet di Asia. Kunjungan persahabatan itupun menciutkan nyali dari  Uni Soviet untuk menyerang RRC.
Hubungan RRC dan Uni Soviet tak kunjung membaik. Paska wafatnya Mao Zedong pada tahun 1976 pelaksanaan pemerintahan dalam negeri RRC sendiri dilakukan oleh Deng Xiao Ping (pengganti Mao), yang giat membersihkan aparaturnya dari pengaruh pemerintahan lama. Pada masanya, banyak partai yang menyebut dirinya Maois lenyap, namun berbagai kelompok komunis di seluruh dunia, khususnya yang bersenjata seperti Partai Komunis India, Partai Komunis Nepal, dan Tentara Rakyat Baru di Filipina, terus mengembangkan gagasan Maois dan memperoleh perhatian pers. Kelompok-kelompok ini biasanya berpendapat bahwa gagasan Mao telah dikhianati sebelum diterapkan dengan semestinya.
 5
Deng Xiao Ping sendiri memberikan banyak kontribusi dalam menjalankan roda pemerintahan. Policy (kebijakan) yang terealisasi antara lain menurunkan tingkat perkembangan populasi, menaikan standar pendidikan dan menjalin hubungan baik dengan Negara – Negara Barat. Akan tetapi kinerja dari Deng Xiao Ping tercoreng pada saat peristiwa pembantaian di Lapangan Tiananmen.
KESIMPULAN


Dampak dari Perang Dingin, pada dasarnya munculnya Cina sebagai negara yang revolusioner dramatis meningkatkan persepsi dari perang dingin sebagai peperangan antara "baik" dan "jahat" di kedua belah pihak, sehingga konflik secara lebih eksplisit yang terbingkai oleh persepsi akan perbedaan ideologis. Mao Zedong muncul sebagai aktor utama pelaksana Politik Luar Negeri Cina dengan buah pemikiran barunya akan paham kominisme yang revolusioner dengan menyatukan berbagai filsafat kuno Tiongkok dengan Marxisme yang dikenal dengan Maoisme. Pada masa naiknya Mao Zedong, merupakan era baru dimana lahir dan munculnya ideologi yang cenderung memberikan banyak pengaruh dalam kancah politik Internasional baik dalam penyebaran maupun perluasan ideologi komunis (maois) ala Mao Zedong. Pada Januari 1958, Mao Zedong meluncurkan repelita ke-2 yang dikenal sebagai Great Leap Forward, rencananya dimaksudkan sebagai model alternatif pertumbuhan ekonomi dari model Uni Soviet yang berfokus kepada industri berat. Kemudian Mao meluncurkan revolusi kebudayaan pada tahun 1966. Revolusi tersebut menyebabkan kekacauan sosial dan banyak dari warisan budaya Cina rusak.
Pengaruh yang diberikannya menjadikan Cina sebagai suatu Negara yang harus diperhitungkan. Dengan demikian Mao dari Cina memiliki bahasa dan teorinya sendiri akan nilai-nilai dan kode perilaku mengenai kebijakan eksternal yang revolusioner dan merupakan  fitur dari kebijakan luar negeri Cina, dengan kenyataan bahwa Perang Dingin yang sebenarnya kawasan Eropa turun sebagai pusat politik internasional. Akan tetapi dengan penekanannya adalah pergeseran dari Eropa ke Asia Timur. Aliansi Cina dengan Uni Soviet merupakan salah satu pemicu munculnya Blok Barat dan Blok Timur. Dengan keterlibatan Cina pada saat berlangsungnya Perang Dingin, mangantarkan Cina berhadapan langsung dengan Amerika Serikat. Pemberian dukungan terhadap Ho Chi Minh di Vietnam yang berujung kepada Perang Vietnam. Kemudian intervensi pada saat Perang Korea, yang pernah membuat nilai karet Indonesia melejit harganya. Hingga peperangannya dengan Taiwan dalam halnya perebutan kekuasaan dan kedaulatan. Meskipun Mao Zedong telah membuat kesalahan yang serius pada akhir hayatnya, dilihat dari segala aspek kehidupan Mao telah berhasil untuk merevolusikan Cina yang dianggap primer, sedangkan kesalahannya dianggap sekunder. Banyak masyarakat Cina saat ini menghormatinya.
Lain halnya dengan Negara Indonesia, masa kepemimpinan Soekarno, ideologi/paham komunisme sempat menyebar luas di tanah air. Akan tetapi tidak berlangsung lama, karena adanya interpretasi yang berbeda akan paham komunisme. Dengan penduduk mayoritas beragama islam, ialah merupakan salah satu faktor penolakan terhadap ideologi komunisme.
 6
Dengan demikian pengaruh dan penyebaran ideologi komunisme hanya menghasilkan beberapa pemberontakan di Indonesia seperti; G 30 SPKI. Dalam penyebarannya sebelum imperialis Amerika Serikat dapat menyerang Uni Soviet, menurut Mao, mereka terlebih dahulu harus mengontrol antara zona (kawasan), sehingga Asia menjadi pusat arena perang dingin. 
Ketika Mao dan CCP merebut kekuasaan politik di Cina, mereka segera menyatakan bahwa akan merevolusioner Cina, sebagai sekutu alami dari "orang-orang tertindas”. Kekuatan komunisme di Asia semakin besar seiring menguatnya posisi Partai Komunis Cina dalam struktur pemerintahan Cina. Kekuasaan Partai Komunis Cina membuat pemerintah RRC tetap memberlakukan prinsip-prinsip dasar ideologi komunis sebagai dasar negara Cina. Hal itu diterapkan secara konsisten hingga saat ini. Hubungan Amerika Serikat dengan Cina pada masa sekarang ini semakin membesar dengan adanya hubungan ekonomi yang menjadi landasan kuat bagi kedua Negara untuk memperdalam hubungan kemakmuran, yang tujuan utamanya tidak lain adalah untuk meningkatkan kemakmuran. Hubungan ekonomi ini akan terus mengubah paradigma lama pemikiran Amerika Serikat, yang pernah merencanakan serangan nuklir kepada Cina.
Faktor Taiwan menjadi pengganjal utama dalam rangka normalisasi hubungan diplomatik Amerika Serikat dengan Cina. Karena masalah Taiwan merupakan suatu duri dalam hubungan Amerika Serikat dengan Cina untuk sekian lama. Amerika Serikat menarik diri dari pertahanan Amerika Serikat dengan Cina, yang isinya membatasi penjualan senjata ke Taiwan dan meminta penarikan pasukan Amerika Serikat dari Taiwan. Taiwan bukan saja penerima bantuan, tetapi juga menjadi basis kekuatan militer Amerika Serikat.
Jika pada masa Perang Dingin isu-isu ideologis dan militer sangat dominan. Hampir semua hubungan antar bangsa diterjemahkan kedalam konteks perang ideologi.Pada era paska Perang Dingin, tema-tema ideologis menyurut. Sebagai gantinya muncul isu-isu seperti hak asasi manusia, politik-ekonomi dan demokratisasi sebagai salah satu indikator yang menentukan hubungan internasional. Pada paska Perang Dingin munculah isu-isu multirateral baru yang bersifat Non Konvensional seperti; Drugs (narkoba), Energi, HAM, Lingkungan, Pangan, Perpindahan Penduduk, dan Teknologi. Isu – isu tersebut merupakan ancaman bagi keamanan dan ketahanan nasional suatu Nation State (Negara Bangsa). Dalam kaitannya saat ini penyebaran akan senjata konvensional oleh Amerika Serikat dan juga Rusia merupakan Negara pembuat dan pemasok senjata terbesar.
Teori menurut Barry Buzan mengenai “Arms Dynamic In World Politics”. Dimana proses akan Arms Race (keunggulan militer) antar ke dua negara tersebut kini juga melibatkan Negara Cina sebagai aktor yang memainkan peranan signifikan dalam hal dinamika persenjataan. Banyak Negara maju dan berkembang lainnya, seperti Indonesia ikut meramaikan industri persenjataan. Posisi bagi Negara Cina pada saat berlangsung dan berakhirnya Perang Dingin. Merupakan momentum dimana lahirnya dan muncul suatu Negara revolusioner yang notabene menjadi Negara maju. Dalam proses pencapaiannya tidak terlepas peranan dari sosok Political Leader (Presiden, Raja, Perdana Menteri) yang berkuasa dan juga cenderung memberikan pengaruh dalam menjalankan pemerintahan. Dan Cina sebagai Negara Superpower ke – III pada masa Perang dingin, hingga kini menjadi kuat dan semakin kuat diberbagai bidang dan aspek kehidupan.

Kamis, 24 Januari 2013

Arti Lambang Saka Wira Kartika

Arti Dan Lambang Saka Wira Kartika





Lambang Saka Wira Kartika berbentuk segilima beraturan, yaitu lima sisinya sama panjang
   
B. Isi :
1. Lambang Eka Paksi.
2. 2 buah Tunas Kelapa Gerakan Pramuka.
3. 2 buah batang padi yang menguning.
4. Untaian pita bertuliskan Saka Wira Kartika
   
C. Warna dan arti.
1.   Warna dasar Merah Putih melambangkan bendera kebangsaan Republik Indonesia.
2.   Lambang Kartika Eka Paksi. Terdiri atas kata “ Eka “ berarti Bintang. “ Eka “ berarti satu, dan “ Paksi “ berarti burung. Di atas burung terdapat Bintang Emas yang melambangkan kemenangan yang gemilang. Di dada Burung terdapat warna Merah Putih dan yang melambangkan kesucian dan keberanian. Sehingga keseluruhan melambangkan keperkasaan tanpa tanding dalam menjujung tinggi cita-cita luhur bangsa Indonesia.
3.   Tunas Kelapa Gerakan Pramuka. Melambangkan bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya serbaguna. Seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa.
4.   2 Tangkai padi yang menguning. Melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan.
5.   Segilima, Melambangkan Dasar Negara Republik Indonesia, yakni Pancasila.
6.   Garis tepi warna kuning, melambangkan jiwa Pramuka yang kesatria.
7.   Untaian pita berwarna merah dengan tulisan Saka Wira Kartika berwarna hitam :
a.   Warna Pita merah melambangkan keberanian.
b.   Warna tulisan hitam melambangkan ketegasan.
8.   Tulisan Saka Wira Kartika :
a.  Saka ( Satuan Karya Pramuka ) adalah wadah pendidikan guna menyakurkan minat, mengembangkan bakat, dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang Ilmu pengetahuan dan tehnologi.
b.   Wira adalah kesatria muda yang terampil, tangkas dan cerdas.
c.   Kartika adalah Bintang yang tinggi, melambangkan cita-cita yang tinggi dan berbudi luhur.
Satuan Karya Wira Kartika ( Rintisan )
Kodam IV/ Diponegoro dan Kwartir Daerah Jawa Tengah telah melakukan langkah cepat dalam upaya mewujudkan Saka Wira Kartika di Jawa Tengah. Berdasarkan Peraturan bersama Kasad dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 182/X/2007 dan 199 tahun 2007 tanggal 28 Oktober 2007 tentang kerjasama dalam usaha pembina dan pengembangan pendidikan bela negara dan kepramukaan serta Sprint Kasad dan SK Kwarda Jateng, maka secara resmi Pimpinan Satuan Karya Pramuka Wira Kartika Jawa Tengah dikukuhkan.
Para Pimpinan Saka yang berupaya dan kerkewajiban merintis berdirinya Saka di Jawa Tengah itu, telah memperkenalkan bendera Satuan Karya Wira Kartika dengan warna dasar hijau tua, seperti tampak pada gambar, juga badge Saka maupun Tanda Jabatan.
Pengorganisasian Saka binaan TNI-AD ini, tidaklah jauh berbeda dengan Satuan Karya pada umumnya. Namun Demikian Saka Wira Kartika ini memiliki Program Pendidikan yang dibentuk dalam Satuan Krida antara Lain :
1. Krida Survival
2. Krida Pioneer
3. Krida Mountainering
4. Krida Navigasi Darat
5. Krida Penaglan Bencana Alam

A.KRIDA SURVIVAL
Dalam melakukan perjalanan di Alam terbuka, seorang Petualang perlu membekali diri dengan pengetahuan SURVIVAL. Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu .dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis. Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk.
Mengapa Ada Survival ? Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : Keadaan alam (cuaca dan medan), Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan), Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan), Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri.

Dalam keadan tersebut ada beberapa faktor yang menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau tidak., antara lain : mental ,kurang lebih 80% kesiapan kita dalm survival terletak dari kesiapan mental kita. Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :
a. Keadaan alam (cuaca dan medan)
b. Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
c. Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)
Banyaknya kesulitan-kesulitan tersebut biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri


Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam.
S  : Size up the situation
U  : Undue haste makes waste
R  : Remember where you are
V  : Vanguish fear and panic
I   : Improve
V  : Value living
A  : Act like the native
L   : Learn basic skill
S  : Sadar dalam keadaan gawat darurat
U  : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah
R  :  Rasa takut dan putus asa hilangkan
V  :  Vitalitas tingkatkan
I  :  Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya
V  :  Variasi alam bisa dimanfaatkan
A  :  Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya
L  :  Lancar, slaman, slumun, slamet


Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :
S : Stop & seating / berhenti dan duduklah
T : Thingking / berpikirlah
O : Observe / amati keadaan sekitar
P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan
Kebutuhan survival Yang harus dipunyai oleh seorang survivor
1. Sikap mental
2. Kondisi yang fit dan kuat
3. Pengetahuan
4. Pengalaman dan latihan
5. Peralatan
6. Kemauan belajar
Survival kit ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan, antara lain :
a. Perlengkapan memancing
b. Pisau
c. Tali kecil
d. Senter
e. Cermin suryakanta, cermin kecil
f. Peluit
g. Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air
h. Tablet garam, norit
i. Obat-obatan pribadi
j. Jarum + benang + peniti

B. KRIDA PIONEERING
Bidang Tali Temali
Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. Tali adalah bendanya. Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali. Ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya, misal kayu, balok, bambu dan sebagainya.
Macam simpul dan kegunaannya
1. Simpul ujung tali. Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas
2. Simpul mati. Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin
3. Simpul anyam. Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering
4. Simpul anyam berganda. Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah
5. Simpul erat . Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan
6. Simpul kembar. Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin
7. Simpul kursi. Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan
8. Simpul penarik. Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar
9. Simpul laso.




Macam - Macam Simpul


Macam-macam Ikatan dan Kegunaannya :
1. Ikatan pangkal. Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan pangkal ini dapat juga digunakan untuk memulai suatu ikatan.
2. Ikatan tiang. Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.
3. Ikatan jangkar. Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.
4. Ikatan tambat. Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.
5. Ikatan tarik. Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada suatu tiang, kemudian mudah untuk membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon.
6. Ikatan turki. Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher
7. Ikatan palang
8. Ikatan canggah
9. Ikatan silang
10. Ikatan khaki tiga

C. KRIDA MOUNTAINEERING
Secara bahasa arti kata Mountaineering adalah teknik mendaki gunung. Ruang lingkup kegiatan Mountaineering sendiri meliputi kegiatan sebagai berikut :
1. Hill Walking/Hiking. Hill walking atau yang lebih dikenal sebagai hiking adalah sebuah kegiatan mendaki daerah perbukitan atau menjelajah kawasan bukit yang biasanya tidak terlalu tinggi dengan derajat kemiringan rata-rata di bawah 45 derajat. Dalam hiking tidak dibutuhkan alat bantu khusus, hanya mengandalkan kedua kaki sebagai media utamanya. Tangan digunakan sesekali untuk memegang tongkat jelajah (di kepramukaan dikenal dengan nama stock atau tongkat pandu) sebagai alat bantu.
Level berikutnya dalam mountaineering adalah scrambling. Dalam pelaksanaannya, scrambling merupakan kegiatan mendaki gunung ke wilayah-wilayah dataran tinggi pegunungan (yang lebih tinggi dari bukit) yang kemiringannya lebih ekstrim (kira-kira di atas 45 derajat). Kalau dalam hiking kaki sebagai ‘alat’ utama maka untuk scrambling selain kaki, tangan sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang atau membantu gerakan mendaki. Dalam scrambling, tali sebagai alat bantu mulai dibutuhkan untuk menjamin pergerakan naik dan keseimbangan tubuh.
Berbeda dengan hiking dan scrambling, level mountaineering yang paling ekstrim adalah climbing! Climbing mutlak memerlukan alat bantu khusus seperti karabiner, tali panjat, harness, figure of eight, saling, dan sederetan peralatan mountaineering lainnya. Bayangkan saja, kegiatan climbing ini menggunakan wahana tebing batu yang kemiringannya lebih dari 80 derajat!. Peralatan dasar kegiatan alam bebas seperti ransel, vedples (botol air), sepatu gunung, pakaian gunung, tenda, misting (rantang masak outdoor), kompor lapangan, topi rimba, peta, kompas, altimeter, pisau, korek, senter, alat tulis, dan matras mutlak dibutuhkan selain alat bantu khusus mountaineering seperti tali houserlite/kernmantel, karabiner, figure of eight, sling, prusik, bolt, webbing, harness, dan alat bantu khusus lainnya yang dibutuhkan sesuai level kegiatannya.
2. Wall Climbing. Climbing adalah olah raga panjat yang dilakukan di tempat yang curam atau tebing. Tebing atau jurang adalah formasi bebatuan yang menjulang secara vertikal. Di dalam arti yang sebenarnya memang climbing itu panjat tebing. Tetapi banyak pula orang mengartikan bukan hanya panjat saja dalam kegiatan climbing ini melainkan juga Repling (turun tebing), Pursiking (naik tebing dengan menggunakan tali pursik) dan lain-lain.
3. Rock Climbing. Rock Climbing adalah olah raga fisik dan mental yang mana selalu membutuhkan kekuatan, keseimbangan, kecepatan, ledakan-ledakan tenaga yang didukung dengan kemampuan mental para pelakunya. Olah raga ini juga menggunakan alat-alat panjat yang sangat krusial dan rawan, tetapi dengan teknik dan pengetahuan yang benar, olah raga ini sangat aman untuk dilakukan.
4. Ice and Snow Climbing. Ice and Snow Climbing adalah olah raga fisik dan mental yang mana selalu membutuhkan kekuatan, keseimbangan, kecepatan, ledakan-ledakan tenaga yang didukung dengan kemampuan mental para pelakunya. Olah raga ini juga menggunakan alat-alat panjat yang sangat krusial dan rawan, tetapi dengan teknik dan pengetahuan yang benar.
ALAT CLIMBING
1.        Tali Pendakian. Fungsi utamanya dalam pendakian adalah sebagai pengaman apabila jatuh. Panjang tali dalam pendakian dianjurkan sekitar 50 meter, yang memungkinkan leader dan belayer masih dapat berkomunikasi. Umumnya diameter tali yang dipakai adalah 10-11 mm, tapi sekarang ada yang berkekuatan sama, yang berdiameter 9.8 mm.
2. Carabiner Adalah sebuah cincin yang berbentuk oval atau huruf D, dan mempunyai gate yang berfungsi seperni peniti. Ada 2 jenis carabiner :
3. Sling. Sling biasanya dibuat dari tabular webbing, terdiri dari beberapa tipe.
4. Descender. Sebuah alat berbentuk angka delapan. Fungsinya sebagai pembantu menahan gesekan, sehingga dapat membantu pengereman. Biasa digunakan untuk membelay atau rappelling.
5. Ascender. Berbentuk semacam catut yang dapat menggigit apabila diberi beban dan membuka bila dinaikkan. Fungsi utamanya sebagai alat Bantu untuk naik pada tali.
6. Harnes / Tali Tubuh. Alat pengaman yang dapat menahan atau mengikat badan.
7. Sepatu
8. Anchor (Jangkar)
Alat yang dapat dipakai sebagai penahan beban. Tali pendakian dimasukkan pada achor, sehingga pendaki dapat tertahan oleh anchor bila jatuh.
D. KRIDA NAVIGASI DARAT
Navigasi darat merupakan teknik menentukan posisi dan arah lintasan di peta maupun pada medan sebenarnya (khususnya di daratan). Keahlian ini sangat mutlak dimiliki oleh penggemar kegiatan alam terbuka karena akanmemudahkan perjalanan kita ke daerah yang khususnya belum kita kenal sama sekali Disamping itu, keahlian ini sangat berguna dalam usaha pencarian korban kecelakaan tersesat atau bencana alam Untuk itu dibutuhkan pemahaman kompas dan peta serta teknik penggunaannya.
A.     Peta
HAKEKAT PETA
Peta adalah gambaran permukaan bumi diatas bidang datar dalam ukuran diperkecil yang kebenaranya dapat dipertanggung jawabkan secara visual atau matematis yang menyajikan informasi tentang bumi.
MACAM PETA

Dari sudut pandang isi/informasi yang dimuat suatu peta terdapat 2
jenis peta berdasar golongan ini, yakni :
1.        Peta Topografi
Jadi peta topografi berarti peta yang menggambarkan posisi mendatar dan posisi tegak dari semua benda yang membentuk atau berada di permukaan bumi. Isinya terdiri dari 4 ciri, yakni : relief (ketinggian), perairan (seperti Sungai danau), Tumbuhan ( Hutan ,semak, kelapa) dan hasil budaya manusia (jalan raya, bangunan, jembatan). Peta ini biasa disebut peta umum karena isinya yang lebih lengkap.



B. Kompas
Kompas adalah alat penunjuk arah, yakni arah utara maknetis bumi yang disebabkan oleh sifat kemagnetisannya karena sifat ini maka jauhkan kompas terutama pada saat mempergunakannya dari pengaruh benda=benda yang terbuat dari baja atau besi, karena akan menyebabkan penunjuk yang salah pada jarumnya.
Bagian-bagian Kompas :
1. Badan, tempat komponen lain berada dan terlindungi
2. Jarum, yang selalu menunjukan arah utara magnetis bumi
3. Skala penunjuk, Menunjukan Pembagian derajat/mil sebagai sistem satuan arah mata angin.


Jenis Kompas
secara garis besarnya dapat kita bedakan sebagai berikut :
1. Kompas orienterring untuk tujuan praktis tetapi mempunyai akurasi yang kurang baik. Sering disebut sebagai kompas Silva (nama merk)
2. Kompas bidik membutuhkan peralatan navigasi lain untuk kelengkapanya, tetapi akurasinya sangat tinggi. Kompas bidik ini dapat kita bedakan berdasar kaca pembacanya : kompas lensa, kompas Prismatik, kompas Optik .
AZIMUTH DAN BACK AZIMUTH
Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. Kebalikannya adalah back azimuth. Dalam resection back azimuth diperoleh dengan cara:
1. Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth adalah azimuth dikurangi 180º. Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya adalah 200º- 180º = 20º
2. Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya adalah 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, diperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º .Dengan mengetahui azimuth dan back azimuth ini, memudahkan kita untuk dapat melakukan ploting peta (penarikan garis lurus di peta berdasarkan sudut bidikan). Selain itu sudut kompas dan back azimuth ini dipakai dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus/ man to man-biasa digunakan untuk “Kompas Bintang”).



E. KRIDA PENANGGULANGAN BENCANA ALAM
SAR
Sejarah SAR Nasional . Lahirnya organisasi SAR di Indonesia yang saat ini bernama BASARNAS diawali dengan adanya penyebutan ?Black Area? bagi suatu negara yang tidak memiliki organisasi SAR. Dengan berbekal kemerdekaan, maka tahun 1950 Indonesia masuk menjadi anggota organisasi penerbangan internasional ICAO (International Civil Aviation Organization). Sejak saat itu Indonesia diharapkan mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran yang terjadi di Indonesia.
Sebagai konsekwensi logis atas masuknya Indonesia menjadi anggota ICAO tersebut, maka pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 1955 tentang Penetapan Dewan Penerbangan untuk membentuk panitia SAR. Panitia teknis mempunyai tugas pokok untuk membentuk Badan Gabungan SAR, menentukan pusat-pusat regional serta anggaran pembiayaan dan materil.
Sebagai negara yang merdeka, tahun 1959 Indonesia menjadi anggota International Maritime Organization (IMO). Dengan masuknya Indonesia sebagai anggota ICAO dan IMO tersebut, tugas dan tanggung jawab SAR semakin mendapat perhatian. Sebagai negara yang besar dan dengan semangat gotong royong yang tinggi, bangsa Indonesia ingin mewujudkan harapan dunia international yaitu mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran.
Untuk mengantisipasi tugas-tugas SAR tersebut, maka pada tahun 1968 ditetapkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor T.20/I/2-4 mengenai ditetapkannya Tim SAR Lokal Jakarta yang pembentukannya diserahkan kepada Direktorat Perhubungan Udara. Tim inilah yang akhirnya menjadi embrio dari organisasi SAR Nasional di Indonesia yang dibentuk kemudian. Hasil survey akhirnya dituangkan pada ?Preliminary Recommendation? yang berisi saran-saran yang perlu ditempuh oleh pemerintah Indonesia untuk mewujudkan suatu organisasi SAR di Indonesia.
Berdasarkan hasil survey tersebut ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 11 tahun 1972 tanggal 28 Februari 1972 tentang pembentukan Badan SAR Indonesia (BASARI). Adapun susunan organisasi BASARI terdiri dari :
1. Unsur Pimpinan
2. Pusat SAR Nasional (Pusarnas)
3. Pusat-pusat Koordinasi Rescue (PKR)
4. Sub-sub Koordinasi Rescue (SKR)
5. Unsur-unsur SAR

TUGAS, FUNGSI DAN SASARAN BASARNAS
A. TUGAS POKOK
Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM.43Tahun 2005 Tentang Organisasi dan tata kerja Departemen Perhubungan, Badan SAR Nasional mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pengkoordinasian dan pengendalian potensi Search and Rescue (SAR) dalam kegiatan SAR terhadap orang dan material yang hilang atau dikhawatirkan hilang, atau menghadapi bahaya dalam pelayaran dan atau penerbangan, serta memberikan bantuan SAR dalam penanggulangan bencana dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR Nasional dan Internasional.

B. FUNGSI
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, Badan SAR Nasional menyelenggarakan fungsi :
1. Perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan potensi SAR dan pembinaan operasi SAR;
2. Pelaksanaan program pembinaan potensi SAR dan operasi SAR;
3. Pelaksanaan tindak awal;
4. Pemberian bantuan SAR dalam bencana dan musibah lainnya;
5. Koordinasi dan pengendalian operasi SAR alas potensi SAR yang dimiliki oleh instansi dan organisasi lain;
6. Pelaksanaan hubungan dan kerja sama di bidang SAR balk di dalam maupun luar negeri;
7. Evaluasi pelaksanaan pembinaan potensi SAR dan operasi SAR
8. Pelaksanaan administrasi di lingkungan Badan SAR Nasional.

Tujuan dibentuknya saka wira kartika
Tujuan pembentukan Saka Wira Kartika adalah memberikan pengetahuan tentang pertahanan, keamanan dan juga bela negara kepada generasi muda, khususnya yang tergabung dalam Gerakan Pramuka.(gtc)


Definisi dan Aliran Manajemen

Definisi Manajemen secara umum : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, serta pengendalian/pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
Definisi Manajemen menurut para ahli
1. George R. Terry : Manajemen adalah pencapaian tujuan dengn menggunakan bantuan orang lain
2. Harold Koontz dan Cyril O’Donnell : manajemen adalah penyelesaian pekerjaan melalui kegiatan-kegiatan orang lain
3. Frederick W. Taylor : Manajemen adalah suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang muncul dalam sebuah perusahaan dan organisasi
4. John D. Millet : Manajemen adalah sebuah proses pembimbingan dan penyediaan fasilitas-fasilitas kerja terhadap orang –orang yang tergabung dalam suatu organisasi resmi untuk mencapai suatu tujuan
5.Henry Fayol : Ia menekankan pada pandangaannya tentang manajemen sebagai suatu hal yang terdiri dari fungsi-fungsi.

Aliran Manajemen :
1. Klasik ; Pada aliran klasik, sudut pandang manajemen melihat kemampuan manajemen yang diarahkan pada penerapan fungsu-fungsi dari manajemen
2. Perilaku : melihat aspek manusia dan pentingnya manajemen memahami manusia
3. ilmiah : dasar disiplin ilmu aliran ilmiah adalah matematika dan statistika
Pengertian manajer. Menurut Robert Tanembaum, manajer/pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasi, mengarahkan, dan mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan

flag counter :)

free counters